Minggu, 04 September 2016

MUDA MENDUNIA



Zailani BQ & Ippho Santosa

Siapa yang tidak kenal dengan motivator yang bernama Ippho Santosa?
Saya kira semua yang baca di sini sduah mengenalnya, tapi jika belum, naiklah saya ungkap sedikit. Sedikiiit aja ya. kalo kebanyakan takut gak bisa tidur karena kepikiran terus :D

Mas Ippho adalah orang yang selalu belajar. Beliau pernah belajar langsung dengan motivator dunia, seperti Richard Branson, Tony Robbins, Harv Eker, Philip Kotler, dan Nick Vujicic. Sebagian publik pun menganggap Ippho Santosa sebagai motivator Indonesia terkenal dan motivator Indonesia terbaik. Kadang dikenal sebagai motivator sukses (secara umum), motivator bisnis, atau motivator islami. Buku-bukunya pun luar biasa, karena sangat menginspirasi, akhirnya menjadi viral dan sempat terjual paling laris di Gramedia. Wow kan?

Soal prestasi, ini sedikit bocorannya :
24 Tokoh Kebanggaan Indonesia (Versi RCTI).
Penulis mega-bestseller (MURI Award & IKAPI Award).
Pembicara internasional (di 4 benua, termasuk Amerika).

Lebih jelasnya buka di tulisan saya sebelumnya :
MOTIVATOR DUNIA "IPPHO SANTOSA" ITU HANYA OMONG KOSONG

Intinya, Mas Ippho begitu menginspirasi saya. Makanya, dalam buku SAATNYA KEMILAU BUKANGALALU yang diterbitkan Quanta (Elex Media Komputindo - Penerbit yang menerbitkan buku-buku Mas Ippho) berisi inspirasi untuk anak-anak muda. Moga aja buku tersebut bisa meneladani semangat Mas Ippho dalam berbagi inspirasi. 
Buku "Saatnya Kemilau Bukan Galau" di Gramedia Expo Surabaya
Doakan semoga Mas Ippho ini senantiasa sehat wal afiat. Doakan pula, masa muda saya bisa seperti beliau. Tapi kalau temen-temen mau mendoakan agar saya lebih hebat dari Mas Ippho juga gak apa-apa. Saya mah ikhlas, kok. :)


Perjuangan 

Ya. saya sebut perjuangan karena prosesnya tak mudah. Kalau mudah, tentu siapa aja bisa. Hehe.
Perjuangan pertama, saya harus mengikuti kompetisi atau lomba yang diadakan Mas Ippho. Ini mungkin bagi sebagian orang simpel, Cuma nulis. Tapi bagi saya tidak. Karena saya sedang ngebut ngerjain skripsi yang molor berbulan-bulan. Maka mengikuti lomba ini saya berusaha keras, kalau tidak, ya gak akan jadi. Apalagi jadi pemenang. Tapi alhamdulillah, berkat dukungan banyak pihak, saya menjadi salah satu pemenang lomba tersebut. Tim nya Mas Ippho langsung nelp saya, intinya mengundang hari ahad tanggal 4 Sept 2016 untuk ketemu di Jakarta. 

Perjuangan ke dua, soal jarak. Surabaya – Jakarta tidaklah dekat. Perlu, waktu, ongkos dan lain-lain termasuk skripsi terancam ditinggal. Saya bingung.

Perjuangan ketiga, membunuh rasa “gak tega”. Ini soal batin, karena sebelum tau bahwa undangan bertemu Mas Ippho di Jakarta itu hari ahad, di hari ahad istri (tinggal di Malang) sudah terjadwalkan agenda di Surabaya (tempat saya tinggal), artinya saya sudah bersepakat untuk menjemput dan kemudian mengantarkannya ke tempat acara. Intinya menyambut kedatangannya dari Malang. Tapi karena ada info mendadak, sehingga ada dua pilihan; ke jakarta atau menunaikan janji menemani istri sehari selama agenda di Surabaya?
“Ini momen Mas”, kata istri menguatkan saya, “ambil saja kesempatan ini”. Bismillah, setelah diskusi panjang lebar, istri mendukung dan saya pun makin mantap, walau agak berat, untuk berangkat. Kepada tim nya Mas Ippho saya katakan, “InsyaAllah saya siap hadir di Jakarta”.
Sedikit penawar, alhamdulillah sebelum saya berangkat ke Jakarta, Allah mempertemukan saya dan istri di stasiun Gubeng, tempat istri turunnya istri. Namun, beberapa menit kemudian kami harus berpisah, karena tidak lama lagi adalah jadwal keberangkatan saya menuju Jakarta melalui stasiun Pasar Turi Surabaya. 


Ngobrol Bareng Motivator Dunia, Mas Ippho Santosa

Mungkin ini melampaui jauh dari yang saya impikan sejak SMK dulu. Karena dulu impiannya adalah bisa ketemu dan mengikuti seminar Mas Ippho, tapi ternyata sekarang Allah kasih lebih. Ya, justru diberi kemudahan untuk bisa ngobrol dan makan siang bareng motivator dunia. Beliau masih muda, tapi karya dan kontribusinya sudah mendunia.  Amat spesial. Rezeki nomplok.
Makan siang bersama Mas Ippho, khusus pemenang lomba.
Saya jadi mikir: ternyata bener ya, seperti yang dijabarkan Mas Ippho dalam bukunya 7 Keajaiban Rezeki dalam sub “Sepasang bidadari” & di buku Enteng Jodoh Enteng Rezeki, menikah itu mempercepat terbukanya pintu-pintu rezeki. Yang dulu, bahwa ketemu Mas Ippho seolah hanya harapan yang terlalu tinggi menghayalnya, namun sekarang jadi kenyataan. ( Bisa jadi ini berkat doa istri, ortu, mertua dll )
Buku "Enteng Jodoh Enteng Rezeki"
Mungkin ada yang bilang, “Buat apa ketemu segala. Yang penting itu kan ilmunya, bukan orangnya”. 

Ya sah-sah saja kalau ada yang berfikir seperti itu, tapi saya lebih sepakat dengan pesan Mas Gol A. Gong, bahwa salah satu cara menulis adalah bertemu dengan penulis. 

Paham maksudnya?

Begini, menulis itu perjuangan. Kadang kita merasa bosan. Di situlah perlu inspirasi. Bisa baca buku, nonton video motivasi, ataupun lainnya yang bangkitin semangat. Kalau bukunya saja sudah bisa membuat kita bangkit dari kebosanan, lah apalagi langsung ketemu penulisnya. Ini energi berlipat-lipat, men! Ada sesuatu yang bikin ati lega. 


Bertemu Tokoh Inspiratif 

Bagi saya, bertemu dengan tokoh-tokoh hebat dan inspiratif, yang saya banyak belajar dari mereka melalui karya-karyanya adalah sesuatu yang sangat istimewa. Hal ini juga dilakukan oleh Mas Ippho. Baginya, bertemu salah satu tokoh inspiratif adlaah cara belajar yang baik. hal itu beliau sampaikan saat seminar di Masjid Istiqlal Jakarta (4/9/16). Dan itulah yang saya lakukan. Bertemu Ust. Salim A. Fillah, Gol A. Gong, Anis Matta, Fahri Hamzah, dan lain sebagainya. Makanya, bertemu dengan Mas Ippho adalah sesuatu yang amat spesial.
Bersama Ust Salim A. Fillah, Penulis Buku-buku Best Seller
Bersama Anis Matta, Penulis Buku "Mencari Pahlawan Indonesia"
Bersama Syahrul Gunawan, Artis dan Pebisnis
Nah, yang Mas Ippho Santosa ini yang cukup istimewa, karena untuk bertemu beliau itu tak mudah, apalagi sampai ngobrol dan makan bareng. Bagi saya ini langka. Ya, mengingat beliau adalah tokoh publik yang banyak di butuhkan oleh beragam pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tapi ternyata Allah beri kesempatan hingga sedemikian indah pertemuannya. karena selain dengan Mas Ippho, saya bertemu dengan juara lomba lainnya. yang mereka ternyata jauh lebih hebat dari saya.

Makanya, begitu selesai bertemu Mas Ippho, saya langsung berbagi kabar kepada Istri dan keluarga di Kalimantan, tentang apa yang saya alami. Merekalah yang selalu mendukung saya, termasuk yang menguatkan hingga sukses bertemu dengan mas Ippho ini. Juga ucapan terimakasih kepada para pembaca www.saatnyakemilau.com serta seluruh kawan-kawan yang telah mensupport saya dalam lomba yang diadain Mas Ippho, hingga akhirnya saya menjadi salah satu pemenangnya. 

Semoga dukungan ini menjadi amal jariyah temen-temen semua karena sudah menjadi perantara lahirnya sejarah yang saya lalui.
Sekali lagi terimakasih.



4 komentar:

  1. Congrate! Saya juga jadi peserta dan sempat pengen juga ketemu Pak Ippho.. tapi baca tulisan ini.. sudah mewakili, InsyaAllah. Barakallah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Moga mbak Nabila segera ketemu langsung dg Mas Ippho :)

      Hapus
  2. Kereeeeeen pisaan... Alhamdulillah

    BalasHapus
  3. Abang lebih keren.... :)
    #AyoNyate

    BalasHapus