Rabu, 09 Maret 2016

KEREN! Imam Negara Sekaligus Imam Shalat


Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat Sedang Menjadi Imam Shalat

Pemimpin itu sejatinya memang selalu di depan. Baik dalam urusan terkait sesuatu yang dipimpinnya atau mengenai hal ibadah. Sebagaimana Rasulullah, dalam segala hal beliau menjadi pemimpin yang senantiasa berada di garis depan. 


Soal shadaqah, Beliau senantiasa mendahulukan siapa yang lebih memerlukan daripada dirinya. Perang, beliau tak pernah sembunyi dibalik meja. Maka tak heran jika Beliaupun mengalami patah gigi, luka tubuhnya hingga berdarah-darah. Nah, apalagi soal ibadah, sudah pasti beliau menjadi teladan. Saat shalat menjadi imam. Ketika puasa hingga mengganjal perutnya dengan batu. Shalat malam sampai kakinya bengkak. 

Sekali lagi, dalam semua hal beliau selalu di garda depan. Sehingga beliau menjadi pemimpin yang tak hanya cakap memimpin rapat, tapi juga pandai memimpin shalat. 

Dalam konteks saat ini, di Indonesia pemimpin negaranya adalah presiden. Maka sangat indah jika seorang presiden juga menjadi imam shalat. Saat rapat dihormati, dalam masjid disegani. Dan itu bukan sesuatu yang mustahil jika generasi pemimpin itu dipersiapkan sejak sekarang. 
Saat rapat dihormati, dalam masjid disegani.

Apalagi kini sudah ada beberapa pemimpin daerah yang hafiz al-Qur’an. Ahmad Heryawan misalnya, Beliau kerap sekali menjadi imam shalat. Yang terbaru kemarin, tanggal 9 Maret 2016, saat terjadi gerhana matahari total. Gubernur Jawa Barat ini menjadi imam shalat sunnah gerhana. Tentu ini kebanggaan tersendiri bagi warga Jawa Barat mempunyai pemimpin yang pandai memimpin shalat.

Maka, bukan sesuatu yang mustahil pula jika sepuluh atau duapuluh tahun ke depan Indonesia mempunyai pemimpin yang keren; hebat memimpin negara dan sekaligus mampu menjadi imam shalat. 

Harapan kita semua, semoga janji Allah seperti makna ayat dibawah ini segera terwujud :
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi….”
(QS. Al-A’raf: 96)

Sekarang, pertanyaannya bukan lagi bisa atau tidak, melainkan apa yang sudah kita persiapkan untuk bisa?