Senin, 04 Januari 2016

Pemuda Inspiratif itu Pemuda Yang Solutif



Ridwan Kamil
 “Negeri ini butuh banyak pemuda pencari solusi, bukan pemuda pemaki-maki” (Ridwan Kamil, walikota Bandung)


Kata-kata itu bukan keluar dari orang yang hanya asal njeplak (asal ngomong) , tapi keluar dari jiwa yang telah melaksanakan  apa yang diomongin tersebut. Lihat saja di suianya yang relatif muda sudah menajdi Walikota yang sangat berpengaruh di negeri ini.

Jargon Bandung Juara seperti yang kita kenal saat ini benar-benar membuahkan hasil. Sehingga kata-kata Kang Emil (sebutan Ridwan Kamil) ini begitu 'berisi'. Tak heran jika kemudian kata-katanya membuat siapapun yang berjiwa muda terinspirasi. begitulah memang seharusnya sebagai pemuda negeri ini.

Namun, rternyata realita yang ada saat ini masih banyak pemuda yang hanya bisa mengkritik keadaan tanpa berpikir untuk memberi solusi terhadap keadaan yang menurutnya tidak baik. Ini yang perlu kita evaluasi bersama. Kritis itu baik, namun jika tanpa adanya alternatif solusi yang ditawarkan, itu sama saja dengan memaki-maki. 

Nah, gimana caranya untuk bisa menjadi pemuda Inspiratif? Yuk kembali kita ingat-ingat pesan Bapak Ki Hajar Dewantara ini :

1. Ing Ngarsa Sung Talada (Di depan menjadi teladan)
Karena kemantapannya dalam berfikir dan bergerak, pemuda inspiratif harusnya mampu menjadi teladan untuk banyak orang di sekelilingnya.  Ia hadir menjadi role model, yang menginspirasi banyak orang di sekitanya. Ia pelopor, bukan pengekor.
Pelatihan Kepemimpinan dengan tema "Bukan Sekedar Follower"

2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat)
Pemuda inspiratif selayaknya juga mampu terjun di tengah-tengah masyarakat / sekitarnya. Kemudian bisa menjadi kawan yang asyik, dicari dan senantiasa dikangeni. Bisa menggandeng semua teman dan tidak pilih kasih. Kalaupun ada teman yang kurang baik itu bukan untuk dijauhi dan dibenci, melainkan didekati untuk di arahkan kepada yang lebih baik. Juga, kehadirannya membawa angin segar berupa solusi setiap kali ada masalah. Jika memang tidak bisa memberi solusi, minimal tidak memperkeruh suasan.

Kader KAMMI Surabaya saat melakukan terapi healing kepada anak-anak korban meletusnya Gunung Kelud
3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberikan  dorongan)
Pemuda inspiratif juga sebaiknya tetap bisa mendukung dan memberi semangat walau iya tidak bisa bersama. Tetap mensupport walau tidak harus di depan mata. Doa 'di balik layar' pun perlu adanya. Sehingga perannya tidak hanya saat di depan atau di samping mereka, melainkan di belakang pun akan tetap memberi yang terbaik

Perlahan, jika kamu berusaha menjalani ketiganya, semoga kamu akan mampu hadir sebagai sosok inspiratif dan solutif bagi orang di sekitarmu, sehingga akan terwujud perubahan-perubahan nyata di negeri kita. Tetap semangat belajar dan menginspirasi, kawan.  

#SaatnyaKemilau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar