Senin, 11 Januari 2016

Indahnya Berproses





#SaatnyaKemilau
Dalam kehidupan yang keras dan berat ini, kita bisa melihat mereka yang sekarang telah sukses di bidangnya masing-masing; bisnis, karir, karya dan sebagainya. Sepertinya ada satu hal yang mereka semua jalani; proses.

Nah, mereka tak serta merta “bim salabim” langsung sukses. Tidak kan? Bisajadi justru mereka telah mati-matian dalam memperjuangkannya. Mereka itu seperti kelapa, untuk menuju santan ada lika-liku yang harus dilalui, sehingga ia bisa menjadi santan yang beraneka manfaat;


1.     “Gedebug!” ia harus rela di jatuhkan dari pohon yg tinggi.
2.    ‘Dijambak’ serabutnya hingga botak.
3.    Dipecel / dikuliti batoknya atau dicungkit kelapanya dari batok.
4.    Dipertemukan dengan jeruji besi yang amat tajam yang siap menggoroknya hingga lembut (diparut).
5.    Diperas sekuat-kuatnya.
6.    Barulah ia jadi santan/saripati yang siap dimanfaatkan untuk beragam masakan; sayur santan, kolak, bubur kacang ijo, es cendol, dan banyak lagi lainnya.

Begitulah, untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat, kelapa rela berproses dengan waktu yang cukup panjang dan menyakitkan. Jika tidak mau diproses, ia takkan menjadi santan dan mungkin ia tak banyak berguna sampai kapanpun.

Di jalan yang berkilau, sebagai manusia (apalagi yang mengaku kesatria) perlu proses. Dan memang itulah tugas kita: berusaha. Sama seperti kelapa itu, jika tak mau berproses, sampai kapanpun mungkin kita takkan pernah jadi apa-apa.
#SaatnyaKemilau



Tidak ada komentar:

Posting Komentar