Selasa, 28 April 2015

Temukan Passion-mu




Beberapa hari yang lalu saya mendapat informasi tentang seorang Guru. Guru ini sedang mengalami kebingungan. Singkatnya, ia sudah tidak betah mengajar di sekolah tersebut. Kenapa begitu?

Di sekolah, ia merasa kurang nyaman karena sering menjadi bahan pembicaraan para guru yang lain atau para siswa terkait kesendiriannya. Pembicaraan yang saya maksud adalah kalau bahasa jawanya ‘gojloki’, kalau bahasa Indonesianya saya masih belum menemukan padanan katanya. Pokoknya itulah yang saya maksud.

Ia berlatar belakang seorang aktivis,sehingga diluar ngajar masih banyak kegiatan yang juga tangani. Mengisi kajian, mentoring dan sebagainya.

Karena kesibukan mengajar, ia seolah kehabisan waktu untuk aktivitas yang lainnya. Padahal selain mengajar ia masih setumpuk amanah yang perlu diselesaikan.

Nah, karena waktu yang terbatas, kadang ia harus memotong waktu tiba di sekolahnya. Seharusnya sudah di sekolah namun ia masih belum sampai. Hal ini ia lakukan akrena di luar sana memang ada hal yang perlu ia tunaikan.

Ia mulai galau; disisi lain ia menjadi guru yang tidak tertib, namun disisi lain amanahnya juga tidak maksimal.
Sejak bulan-bulan pertama sebenarnya ia sudah merasa tidak sanggup bertahan disitu, namun sebagai orang yang bertanggung jawab, ia mencoba bertahan dan menguatkan dirinya untuk tidak melanggar kontrak, sebab kontraknya selama 1 tahun. Namun, semakin hari semakin tidak betah, ia semakin tertekan.

Diantara sekian banyak faktor yang membuatnya tidak betah ialah karena ia semakin susah menjalankan aktivitas diluar sekolah. Padahal ia sangat membutuhkan itu dan orang lain membutuhkannya

Nah, dari sedikit gambaran yang saya ketahui ini nampaknya ada sesuatu yang belum pas. Tentu bukan ngajarnya yang belum pas, melainkan tentang apa yang ia lakukan belum senafas dengan lantunan perasaan jiwanya.

Simpelnya, ia belum melakukan sesuatu sesuai sesuai passionnya. Pahamkan arti passion? jika belum paham silahkan cari tau tentang 'passion'. :) 

Intinya, passion itu membuatnya siapapun makin kuat, enerjik, dan terus semangat. Sehingga apapun kondisisnya, kapanpun waktunya, jika ia melakukan sesuai passionnya maka akan enjoy. Jadi tidak ada lagi kata galau dalam perjalanannya. Sebab galaunya pun menjadi sesuatu yang mengasyikkan.

Nah, menuyoal tentang anak muda diatas, nampaknya ia masih belum melakukan sesuatu sesuai passionnya. Sehingga ia masih cukup tertekan dan sedikit mengorbankan perasaannya. Padahal jika ia menjalani pekerjaan yang sesuai passionnya, seberat apapun, ia akan menikmati bukan merasa tertekan ataupun tersakiti.

So, apa passionmu? Berusaha temukan, kemudian laluilah bersama orang2 tercintamu…

Waktu kita sedikit, amat sayang jika dilakukan untuk sesuatu yang kurang produktif.
Jalani hidupmu, nikmati dan jadilah ahlinya. Tak perlu menunggu nanti, apalagi esok, tapi SEKARANGLAH!

Kini,
#SaatnyaKemilau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar