Rabu, 29 April 2015

Saat Lelah, inilah 5 Tips Agar Semangatmu Pulih




Hati, atau yang kita sebut dengan istilah ‘qolb’ ini mempunyai makna dasar sesuatu yang bisa berbolak-balik. Dan ternyata begitulah sifat hati kita, sering berubah-ubah. Bahkan imanpun menurut Rasulullah naik dan turun (yazid wa yanqus).
 
Kadang semangat begitu meninggi, namun diwaktu tertentu ia juga menurun. Bahkan saat menurun terkadang bisa mencapai titik lelah yang dalam. Sehingga rasa bosan begitu kuat dalam hati.

Nah, tentu ini tidak boleh dibiarkan, sebab akan berbahaya bagi jiwa kita. Jadi harus benar-benar segera dipulihkan.



Inilah 5 cara memulihkan semangat 

1. Melakukan evaluasi atau perenungan
Dengan evaluaisi atau perenungan, kita akan berfikir secara mendalam, mengapa semua ini menghampirinya? Dan akhirnya kita perlahan mulai menemukan titik permasalahan lalu kita bisa memilih alternative solusi untuk bangkit dan segera menyelesaikannya.

2. Mengingat Ayah & Ibu
Sebenarnya ini sangat cocok bagi semua orang, tapi lebih mengena lagi buat orang-orang yang sedang merantau. Sehingga ia akan semakin kuat dan segera bangkit setelah mengingat keluarga di rumah. Ia teringat bahwa kepergiannya adalah untuk kembali membawa perubahan yang lebih baik.

3. Merefresh Niat
Dengan merefreshnya ulang niat menjalani hidup hanya untuk Allah, kita akan semakin semangat untuk melanjutkan perjuangan. Kita semakin sadar bahwa apapun yang terjadi hanyalah siklus atau warna-warni kehidupan yang memang harus dilalui. Sebab itu ialah sunnatullah. Karena sangat mustahil jika hidup ini selamanya mudah ataupun selamanya susah.
Setiap hari, dalam shalat kita berikrar, inna shalati wanusiki wamahyaya wamamati lillahi rabbil’alamin. Sungguh, shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah. Jika niat ini sudah kokoh lagi di hati, insyaAllah ketika kita akan menjadi tenang kembali karena merasa dekat pada-Nya.

4. Menyadari apapun yang terjadi adalah peluang amal shalih.
Dengan kesadaran seperti ini, kemudahnya dalam menjalani hidup menjadi peluang bersyukur kepada Allah, kemudian lelahnya menjadi peluang sabar. Dimana kedua sikap ini adalah sikap terbaik bagi orang yang mengharapkan ridha Allah. Siapa yang bersyukur akan di tambah nikmatnya.  Dan siapa yang bersabar, sepertinya ia manusia sejati, ia sedang bersama Allah. Innalla ma’ashshaabiriin. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar.

5. Siap bertahan, lalu bangkit dan melesat
Boleh saja kita merasa lelah. Silahkan merasa kecewa. Namun semua itu jangan sampai membuat kita jatuh terlalu dalam, apalagi menimbulkan keburukan demi keburukan. Jangan. Tapi bangunlah kekuatan diri untuk bertahan. Bertahanlah dalam ketaatan, dan segeralah bangkit kembali untuk melakukan yang terbaik, yang terbaik dan yang terbaik. Betapa banyak manusia hebat justru melesat karena ia lolos dari masalah yang besar. Ia sanggup melalui ujian berat.
Semakin besar cobaan, tidak lain kecuali menandakan semakin kuat seseorang. Dan satu hal yang pasti, Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya.
  
Dijalan yang berkilau, kita berharap kepada Allah sebagaimana doa Rasulullah, Ya Allah ya muqollibal quluub, thabbit quluubanaa ’alaa diinika. Ya Allah yang maha membolak-balikan hati, tetapkanlah/teguhkanlah hati kami di atas agamamu.

Wallahua’lam.


#SaatnyaKemilau
Zailani BQ

 Baca Juga :   COACHING NULIS BUKU SAMPAI JADI