Selasa, 03 Februari 2015

Cara Bangkit Saat Lelah

Hati ini berbolak-balik. Imanpun menurut Rasulullah yazid wa yanqus, naik dan turun. Dan saya kira semua orang pernah mengalami semua itu. ada kalanya semangat meninggi namun kadang juga menurun.
Saat menurun terkadang bisa mencapai titik lelah yang dalam. Tapi saya yakin atas semua kelelahan dan menurunnya semangat, masing-masing orang memiliki cara tersendiri untuk memulihkan semangatnya. Minimal agar tidak sampai keluar jalur dari jalan Allah SWT. Bertahan.

Diantara cara memulihkan semangat itu mungkin ada orang yang melakukan evaluasi, perenungan, mengapa semua ini menghampirinya? Dan akhirnya ia perlahan mulai menemukan titik permaslahan lalu ia bangkit untuk segera menyelsaikannya.
Atau ada juga yang lain, bagi orang yang tak setempat tinggal dengan orangtua, bisa menelepon orang tuanya tersebut. Dan ini sangat cocok bagi orang-orang yang sedang merantau. Sehingga akan semakin kuat dan segera bangkit.
Atau mungkin ada yang melakukan penguatan kembali atas niatnya dalam menjalani hidup, yakni untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan menghadirkannya kembali niat tersebut, merefreshnya, kita akan semakin semangat lagi untuk kembali berjuang. Kita semakin sadar bahwa apapun yang terjadi hanyalah siklus atau warna-warni kehidupan yang memang harus dilalui. Sebab itu ialah sunnatullah. Karena sangat mustahil jika hidup ini selamanya mudah ataupun selamanya susah.
Apapun yang terjadi adalah peluang amal shalih. Mudahnya hidup menjadi peluang bersyukur kepada Allah. Lelahnya menjadi peluang sabar. Dimana kedua sikap ini adalah sikap terbaik bagi orang yang mengharapkan ridha Allah. 
Siapa yang bersyukur akan di tambah nikmatnya. 
Dan siapa yang bersabar, sepertinya ia manusia sejati, ia sedang bersama Allah. Innalla ma’ashshaabiriin.
 
Sekali lagi, boleh kita merasa lelah, silahkan merasa kecewa, namun semua itu jangan sampai membuat kita jatuh terlalu dalam, apalagi menimbulkan keburukan demi keburukan. Jangan. Karena bisa jadi itu adalah salah satu cara Allah agar kita senantiasa dekat dengan-Nya. 
Bertahanlah dalam ketaatan, dan segeralah bangkit kembali untuk melakukan yang terbaik, yang terbaik dan yang terbaik.
Mari kita tengok firman Allah yang terdapat dalam al-Qur’an surat fushshilat ayat 6:
“… Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya…”
 
Dijalan yang berkilau, kita berharap kepada Allah sebagaimana doa Rasulullah, Ya Allah ya muqollibal quluub, thabbit quluubanaa fii diinika. Ya Allah yang maha membolak-balikan hati, tetapkanlah/teguhkanlah hati kami dalam agamamu.
#SaatnyaKemilau.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar