Kamis, 29 Januari 2015

Kita Bukan generasi Firaun, kan?

Sebelum nyawa di tenggorokan, masih ada peluang untuk berbuat baik.
Sebelum nyawa di tenggorokan, masih ada waktu  untuk memperbanyak karya.
Sebelum nyawa ditenggorokan, masih ada kesempatan membahagiakan orang tua dan orang2 tercinta.

Tapi…yang lebih penting, sebelum nyawa ditenggorokan, masih adanya waktu untukbertaubat. Sungguh, jika kesempatan ini telah berlalu, kepada siapa lagi maumeminta maaf, kepada siapa lagi mengakui kesalahan, kepada lagi mau meminta ampunan,sedang Allah tak mau memberi kesempatan.
Jika Dia telah merasa cukup memberi waktu kepada kita untukmemaksimalkan amal, maka tak ada lagi peluang tambahan, tak ada lagiperpanjangan waktu. Gak ada injured time. Titik!

Maka, kita berharap kepada Allah agar kita tidak sepertiFir’aun yang Allah ceritakan dalam al-Qur’an,
Dan Kami Selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudianFir‘aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas(mereka). Sehingga ketika Fir‘aun hampir tenggelam dia berkata, “Aku percayabahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan akutermasuk orang-orang Muslim (berserah diri).”  (Q.S. Yunus: 90)

Fir’aun bersaksi atas keesaan Allah saat kesempatan untukbertaubat telah berlalu. Ia berIslam  saat terhimpit nan sekarat menjelang ajaltiba. Sehingga apa yang ia ucapkan hanyalah kesia-siaan.  Sebab kau telah telat wahai Fir’aun. Lihat, Allahmenjelaskan dalam ayat selanjutnya,
 “Mengapa barusekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejakdahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S. Yunus: 91)

Na’udzubillaah min dzaalik.

Wahai pemuda sekalian, di jalan yang kemilau kita berlindung kepada Allah dari hal semisal yang dialami Fir’aun, sebab kita sekali-kalibukan pengikutnya. Semoga Allah mudahkan kita dalam membaikkan ilmu,memperbanyak amal, dan menjaga keistiqomahan niat hanya untuk-Nya, selalu.

#Saatnyakemilau.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar